Spare part Alat Berat

Desember 4, 2010

Salam sukses selalu,

Sehubungan dengan semakin berkembang dalam usaha spare part kami “SURYA ESYA JAYA” di Bengkulu mengajak teman teman yang ingin memperluas jaringan dalam penjualan sprare part atau yang membutuhkan spare part alat berat CAT,KOMATSU,HITACHI,DAEWO,VOLVO,CUMMINS,DUETZ,DLL dapat menghubungi kami.

Terima kasih

S E J
C P : 081-391-464-380
Fax only ( 0736- 52937 )

Baca entri selengkapnya »


TiPs hidup AC

Juli 28, 2009


Hot Deals $50 Off $1000

Ya. Bila kita ingin menghidupkan AC mobil, lakukanlah pada saat RPM rendah. Posisi RPM (atau rotation per minute) rendah ada pada saat mesin idle, ketika pedal gas tidak kita injak. Langkah seperti ini perlu kita lakukan bila kita ingin merawat AC. Alasan teknis langkah ini sebenarnya sangat sederhana. Yaitu, untuk menghindari gesekan yang terlalu keras antara pulley dan pressure plate (plat penekan) pada kompresor AC. Pulley dan pressure plate memang menjadi komponen yang sangat penting dalam sistem kerja AC. Pressure plate adalah komponen yang bertugas sebagai penghubung sehingga poros kompresor AC dapat berputar. Tugas sebagai penghubung itu baru bisa dijalankan setelah pressure plate menempel ke pulley. Pressure plate ini akan mendekati (sampai melekat) ke pulley ketika kita menghidupkan AC. Masalahnya, pulley adalah komponen yang selalu berputar selama mesin hidup. Dan, putaran pulley itu berubah-ubah. Kadang cepat, kadang lambat. Tinggi rendahnya putaran pulley tergantung kerja mesin. Pulley akan berputar cepat ketika putaran mesin per menit (RPM) tinggi. Sebaliknya, lambat saat putaran mesin per menit rendah. Dari cara kerja itu kita bisa memperkirakan, kapan waktu yang tepat untuk menempelkan pressure plate ke pulley. Dan kita pun bisa membayangkan apa yang terjadi bila kita menempelkan pressure plate pada saat putarannya sangat kencang. Pada putaran kencang, gesekan antara permukaan pressure plate dan pulley akan sangat keras. Bila kebiasaan ini terus terulang, permukaan gesek dua komponen ini akan cepat aus. Bila sudah terlanjur aus, efek berikutnya cukup merepotkan: tenaga putar mesin tidak dapat diteruskan secara maksimal ke kompresor AC. Teknisi menyebut kondisi ini dengan istilah slip. Ada dua dampak lanjutan yang umumnya pengendara rasakan bila terjadi slip. Pertama, AC terasa kurang dingin. Kedua, terdengar suara berisik pada kompresor AC. Dampak yang membuat kita kurang nyaman, bukan? Karena itu, bila ingin menghidupkan AC, lakukanlah pada saat RPM rendah.

by : otomotif


dEteksi BosTer reM

Juli 28, 2009


Hot Deals $50 Off $1000

Menginjak pedal rem mestinya tak perlu mengeluarkan tenaga besar. Dengan sedikit tekanan saja cukup membuat pedal rem tertekan dan laju kendaraan terkontrol. Saat ngerem, pedal terasa ringan. Pedal rem yang terasa ringan memang diciptakan demi kenyamanan dalam berkendara. Maka, kita akan sangat terganggu bila pedal rem keras. Seperti yang dialami Tripinto Laksono, pengendara yang tinggal di kawasan Jakarta ini. Pengendara Kijang tahun 1992 ini mengaku, meskipun rem mobilnya pakem (mencengkeram dengan kuat), namun pedalnya sering terasa keras saat diinjak. `Sesekali soft, tapi lebih sering keras,` katanya melalui email. Tips tentang rem yang pernah online astraworld.com sudah ia terapkan. Selain itu, master rem sudah ia ganti. Kanvas rem pun baru dan masih tebal. Tapi, ternyata masalah ini tetap belum terselesaikan. `Apa karena booster remnya?` Memang, kasus seputar rem mau tak mau akan melibatkan komponen yang bernama booster rem, one way valve, mungkin juga pada mesin. Termasuk masalah pedal rem keras. Diantara komponen-komponen tersebut, kemungkinan besar masalah pedal rem keras dipicu oleh kerusakan pada booster rem. Sebab, booster rem memang dikonstruksikan untuk membuat pedal rem ringan. Untuk mendeteksi rusak tidaknya booster rem, lakukanlah langkah-langkah berikut: Putar kunci kontak pada posisi OFF (mesin mati). Kocok (tekan-lepas) pedal rem secara berulang untuk mendapatkan posisi pedal rem tertinggi (kaki tetap menekan pedal rem). Hidupkan mesin. Pada saat mesin sudah hidup, pedal rem akan turun dengan sendirinya (posisi kaki tetap menekan pedal rem). Kemudian matikan mesin. Pada saat mesin mati, maka pedal rem harus tetap posisi pada terbawah, dan pedal akan naik apabila Anda melakukan pengocokan kembali. Bila hasil pengujian ternyata tidak sesuai dengan langkah-langkah di atas, ada kemungkinan sumber masalahnya adalah booster rem. Nah, bila terbukti bahwa booster rem bermasalah, untuk mengatasinya Anda harus membawa mobil Anda ke bengkel. Sebab, untuk menanganinya minimal booster rem harus diganti. Bahkan, mungkin juga harus dengan overhaul. Untuk dua hal ini, tentu saja sebaiknya jangan Anda lakukan sendiri. Lalu, bagaimana bila hasil pendeteksian Anda sesuai dengan langkah-langkah diatas dan tidak menunjukkan kerusakan di booster rem? Mungkin saja kerusakan sebenarnya terjadi di pemasangan one way valve, atau pada kevakuman. Untuk bahasan ini, tunggu ulasan tips and tricks edisi berikutnya.

spare part.business.etc

by: otomotif


KamPaS KopliNg BiAr pajang usiA

Juli 28, 2009


Hot Deals $50 Off $1000

Kanvas kopling memang mempunyai masa pakai. Semakin intens kanvas bekerja, semakin cepat tipis permukaannya. Bila sudah tipis, komponen penting dalam sistem penggerak kendaraan ini memang seharusnya kita ganti segera. Rata-rata, tiap 4 tahun sekali. Namun, jangan salah sangka. Banyak pengendara yang harus mengganti kanvas kopling jauh lebih cepat dari yang seharusnya. Bukan semata-mata karena masalah kualitas. Tapi, karena kesalahan dalam gaya berkendara. Sebagai pengendara, kita bisa sedikit memperpanjang usia kanvas kopling bila memperlakukannya secara tepat. Beberapa waktu lalu, astraworld.com pernah menghimbau agar saat mengendarai mobil kita jangan sering-sering menginjak setengah kopling. Efeknya terhadap keausan memang sangat jelas. Injakan yang nanggung seperti ini menempatkan kanvas kopling pada tingkat gesekan yang sangat keras. Itu sebabnya permukaan kanvas akan lebih cepat terkikis. Kebiasaan ini masih sering dilakukan para pengendara. Terutama, di jalur padat dan saat menanjak. Mereka berargumentasi, dengan menginjak setengah kopling, maka mesin tidak akan mati. Ada benarnya, namun lebih banyak menimbulkan kerugian. Karena itulah, kami menempatkannya pada urutan pertama. Cara kedua yang harus kita perhatikan adalah saat melepas pedal kopling. Kanvas kopling akan jauh lebih awet apabila ketika melakukan perpindahan transmisi, kita tidak melepaskan pedal kopling secara menghentak. Lepaskan saja dengan perlahan-lahan. Dan yang ketiga, penggunaan gigi transmisi harus sesuai dengan kecepatan kendaraan. Jangan terbiasa menggunakan gigi tinggi bila kecepatan mobil rendah. Kebiasaan ini masih sering dilakukan pengendara. Misalnya, menggunakan gigi 4 pada saat kecepatan kendaraan hanya 20km/jam. Sebenarnya, semua himbauan ini terkait dengan posisi kanvas kopling. Sebagai bagian dari sistem penggerak kendaraan, kopling beserta kanvasnya menjadi komponen penghubung antara mesin dan penggerak roda. Ia bertugas meneruskan daya yang dihasilkan akibat putaran mesin ke penggerak roda. Sehingga penggerak roda mampu menggerakkan total beban kendaraan. Kanvas kopling akan lebih panjang usia bila ia betul-betul kita tempatkan semata-mata sebagai penghubung. Bukan sebagai penahan beban kendaraan. Caranya, ikutilah tiga kebiasaan di atas.


Sell Online with WebStore by Amazon

by ; otomotif


gigI mUndu SusAh

Juli 28, 2009


Hot Deals $50 Off $1000

Ada beberapa solusi untuk mengatasi kesulitan meng-over transmisi manual ke posisi mundur. Pada edisi sebelumnya AstraWorld mengungkapkan satu cara, yaitu: lepas pedal kopling, kemudian injak kembali pedal kopling, baru masukkan gigi ke posisi mundur. Coba saja cara tersebut. Praktis, tuas transmisi langsung mudah masuk di posisi mundur. Mobil pun dapat digerakkan ke belakang. Beberapa pengendara sudah membuktikan keampuhan solusi dalam mengatasi masalah yang biasa muncul saat hendak parkir ini. Salah satu langkah lain untuk mengatasi masalah serupa adalah: masukkan dahulu ke gigi 1, baru kemudian geser transmisi ke posisi mundur. Hasilnya sama. Tuas transmisi akan mudah masuk ke posisi mundur. Alasan teknis di balik solusi ini hampir mirip dengan langkah pertama. Saat hendak mundur sangat mungkin kita mengalami masalah seperti di atas karena komponen gigi mundur disusun dengan konstruksi sejajar (sliding). Untuk bisa masuk, mata gigi pemutar dan alur gigi yang akan diputar harus berada pada posisi yang sangat pas. Sedikit saja meleset, tuas akan terasa keras. Seolah ada sesuatu yang mengganjal. Memang, tuas yang terasa keras itu berarti ada sesuatu yang mengganjal. Ganjalan itu akan hilang setelah tuas transmisi kita posisikan ke gigi 1 terlebih dahulu. Ini ada kaitannya dengan konstruksi gigi maju (1, 2, 3, 4 dan 5) yang menggunakan sistem syncromesh. Pada saat gigi di posisi 1, maka syncromesh menyamakan gigi pemutar dengan gigi yang akan diputar. Pergeseran pada konstruksi gigi maju tersebut dapat mengakibatkan pergeseran pula di konstruksi gigi mundur. Implikasi selanjutnya, kemungkinan besar akan terjadi kesesuaian antara mata gigi pemutar dan alur gigi yang akan diputar. Kesesuaian itulah yang kemudian memudahkan kita dalam menggeser tuas transmisi ke posisi mundur. Seandainya masih terasa keras juga, artinya pergeseran tersebut belum sampai pada titik yang pas. Ulangi lagi langkah serupa: masukkan ke gigi 1, baru kemudian geser tuas transmisi ke posisi mundur.

img1


Sell Online with WebStore by Amazon

By : otomotif


ring pIstoN

Juli 28, 2009

Performa mesin adalah salah satu perhatian penting para pengendara. Paling enak, begitu gas diinjak dapur pacu mobil merespon dengan amat maksimal. Pengendara pasti mengeluh bila mesin terasa tak bertenaga. Bukan hanya karena mesin payah, tapi praktis gejala semacam ini juga menunjukkan konsumsi bahan bakar yang boros. Pada umumnya, salah satu yang menyebabkan kondisi ini adalah adanya kebocoran kompresi mesin. Kompresi yang normal akan menghasilkan tenaga mesin yang maksimal. Kompresi menjadi tidak normal ketika terdapat kebocoran. Kebocoran dapat menyebabkan kompresi mesin menurun sehingga output yang dihasilkan mesin pun kecil. Diantara beberapa kemungkinan yang dapat menyebabkan kebocoran adalah kerusakan pada ring piston. Komponen yang terletak di dalam mesin ini dapat tergores (aus), atau kotor. Hubungan antara kondisi ring piston dan kebocoran mesin sangat kuat mengingat ring piston memegang peranan penting dalam menjaga kerapatan antara piston dan dinding silinder. Dengan kerapatan ini, ring piston akan mencegah terlalu banyaknya campuran bahan bakar dan udara masuk ke ruang oli. Ini perlu dicegah karena bila terlalu banyak masuk ke ruang oli, akan menyebabkan tekanan kompresi mesin menurun. Nah, bila merasakan tenaga mesin yang lemah disertai gejala-gejala seperti di atas, maka coba fokuskan perhatian ke masalah kompresi. Caranya: Lakukan tes tekanan kompresi. Ada alat khusus yang bisa digunakan yang bisa menunjukkan standar tekanan kompresi yang diijinkan oleh masing-masing kendaraan. Bila tekanan kompresi ternyata di bawah standar, langkah selanjutnya adalah menemukan penyebab masalah kompresi. Hubungan antara kompresi dan kerusakan ring piston dapat diketahui dengan cara menambahkan oli ke dalam silinder pada saat melakukan tes kompresi. Tes ini perlu dilakukan mengingat penyebab kompresi bocor tidak hanya kerusakan pada ring piston. Bisa juga disebabkan oleh seal katup dan katupnya aus; paking silinder head (gasket) tidak dapat merapatkan blok silinder dan silinder head. Apabila, kompresi naik setelah ditambahkan oli, maka penyebab utamanya hanya dua: dinding silinder dan ring piston. Bila sudah terbukti ring piston rusak, solusi satu-satunya adalah overhaul. Sebetulnya, masalah di atas dapat kita hindari. Yaitu, dengan melakukan perawatan rutin. Terutama, yang terkait dengan oli mesin dan sistem pendinginan mesin (air radiator). Oli harus diperiksa dan diganti secara rutin. Pergantian oli tergantung pada tipe yang digunakan. Bisa setiap 5.000 km, 10.000 km dst. Tergantung rekomendasi produsen oli. Kuantitas dan kualitas oli juga harus diperiksa. Harus diantara garis E ? F. Lebih save bila berada di posisi F. Begitu juga air radiator. Kuantitas dan kulitasnya harus dijaga. Jangan sampai timbul korosi berlebihan yang dapat menghambat proses pendinginan mesin.

genuniepart

Sumber : Tabloid Otomotif


Kaca mAcet

Juli 28, 2009

Bagi pengendara yang kendaraannya sudah dilengkapi power window, periksalah kaca jendela pintu sebelah kanan. Tekan tombol power window. Kemungkinan besar, kaca jendelanya masih normal-normal saja. Sekali tekan, kaca turun atau naik dengan lancar. Tapi, coba lakukan hal yang sama pada kaca jendela bagian belakang sebelah kiri maupun kanan. Jangan-jangan, salah satu atau kedua kaca jendela pintu tersebut tidak dapat turun naik selancar kaca jendela kanan depan. Terasa agak tersendat-sendat. Bahkan macet sama sekali. Begitulah keluhan mengenai power window yang disampaikan para pengendara pada umumnya, yaitu: macet pada kaca jendela belakang. Kaca jendela sebelah depan kanan relatif lebih lancar karena memang sering dioperasikan. Pada umumnya kemacetan ini terjadi karena karat pada komponen-komponen power window. Biasanya karat-karat itu ada di logam-logam regulator. Karat itu juga seringkali ditemukan di gigi-gigi penggerak motor power window. Karat itu sendiri terbentuk karena air yang masuk lewat karet-karet (seal) pintu. Karena itu, untuk mencegah kasus seperti ini, ada beberapa hal sederhana yang harus kita lakukan: Ganti karet list kaca apabila karet tersebut sudah mengeras dan rusak. Seal yang tidak menutup secara sempurna inilah yang membuat air menerobos dan masuk sehingga membuat karat di logam-logam tersebut. Sering mengoperasikan power window. Baik pada kaca jendela pintu depan maupun belakang. Pengoperasian ini dapat meminimalisir proses korosi. Dengan dua hal ini, kemungkinan power window macet dapat kita hindari. Tapi, jika kemacetan ini sudah terjadi, solusinya juga mudah. Yaitu, tinggal membersihkan karat dan melumasi (memberi gemuk/grease) logam-logam tadi. Cuma, perlu diketahui bahwa untuk membongkar dan menyentuh motor power window sedikit agak rumit. Anda perlu membuka banyak baut yang terpasang pada pintu-pintu mobil. Hati-hati bila ingin melakukannya sendiri. Beberapa tips penanganan power window macet menyebutkan langkah-langkah yang tampak mudah. Mulai dari membongkar door trim, membuka tuas pemutar kaca, mencopot sakelar power window hingga membersihkan dan melumasi logam yang berkarat. Tapi, menurut hemat kami, sebaiknya serahkan penanganan power window macet ke para mekanik di bengkel saja. Sebab, bila Anda salah membuka, bukan tak mungkin ada bagian yang justru patah. Selain itu, berhubung kunci-kunci dan baut cukup banyak, kemungkinan salah pasang pun bisa saja terjadi.

by : otomotif


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.